PKPA Angkatan IX Tahun 2019 Resmi di Tutup

29 April 2019

Padang, 28 April 2019, Pendidikan Khsusus Profesi Advokat Angkatan IX Tahun 2019 yang diadakan oleh Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum Universitas Andalas bekerjasama dengan DPC Peradi Padang Resmi ditutup oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas Bapak Dr. Busyra Azheri, S.H., M.H dalam hal ini diwakili oleh Bapak H. Ilhamdi Taufik, S.H., M.H dan Bapak Amiruddin S.H., M.H selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang Peradi Padang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Rahmat Wartira S.H.

Penutupan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) ini berjalan begitu hikmat. PKPA mulai dibuka dan diadakan pada tahun ini yaitu tepat pada Sabtu 30 Maret 2019. Terhitung PKPA 2019 telah berjalan selama 5 Minggu dengan 33 Sesi materi yang diberikan kepada peserta. Pendidikan Khsusus Profesi Advokat (PKPA) ini diikuti oleh 86 peserta tamatan Fakultas Hukum dari seluruh Indonesia. Tahun Ini merupakan tahun pertama dengan jumlah peserta sebanyak tersebut.

Antusiasme Para Peserta dalam mengikuti Program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) ini begitu luar biasa, karena pemberian materi yang relevan yang sangat berguna bagi para calon lawyer dalam mengemban amanah profesinya. Para Peserta PKPA disuguhkan dengan berbagai informasi dan materi hukum yang sangat bermanfaat oleh para narasumber yang sangat luar biasa dari berbagai profesi yang berbeda, mulai dari Dosen, ketua Dpc Peradi, Pengacara, Hakim, Hingga Hakim Mahkamah Konstitusi. Tepat pada hari Sabtu 13 April 2019 para peserta PKPA 2019 mendapatkan kuliah serta ilmu yang sangat bermanfaat yang diberikan langsung oleh Yang Mulia Hakim Mahkamah Konstitusi Bapak Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H., M.H dan Yang Mulia Hakim Mahkamah Konstitusi Bapak Dr. Suhartoyo, S.H., M.H.

Yang Mulia Hakim Mahkamah Konstitusi Bapak Prof. Dr. Saldi Isra, S.H, MPA yang juga salah satu dosen dari Fakultas Hukum Universitas Andalas ikut serta berpartispasi memberikan Materinya Pada Sabtu 27 April 2019. Prof Saldi mengatakan bahwa “seorang lawyer haruslah berani dan bijak menangani kasus yang diembannya” kata-kata itu menjadi motivasi dan semangat tersendiri bagi para peserta Pendidikan Khusus Profesi Advokat 2019.

Pada saat penutupan Pendidikan Khusus Profesi Advokat yang ditutup oleh Bapak H. Ilhamdi Taufik S.H., M.H mengatakan bahwa “ Pengacara itu ibarat tukang cat, dapat menghitamkan yang putih dan dapat memutihkan yang hitam, tapi pengacara yang baik serta amanahlah yang paling berharga” lebih lanjut Ia mengutip sebuah pepatah mengatakan bahwa “ Good Lawyer knows the law but The Great Lawyer knows the justice”. Pesan tersebut mengajak agar alumni PKPA angkatan IX dapat menjadi lawyer yang menegakan keadilan dan kebenaran dalam praktek peradilan hukum di Indonesia.

Pendidikan Khusus Profesi Advokat ini ditutup dengan penuh keharmonisasian serta kekeluargaan karena dipenuhi dengan canda tawa bersama. Akhir dari penutupan PKPA ini para hadirin menikmati bersama jamuan makan siang yang dihidangkan. Dan salah satu peserta Pendidikan Khusus Profesi Advokat yaitu Nadzir Rahmat Muhammad Al amin, S.H mengatakan “ PKPA mengajarkan seni berbicara dan mendapat banyak sekali ilmu yang bermanfaat dari para narasumber yang sangat hebat dan itu sangat memotivasi saya menjadi seorang pengacara yang baik”

Read 205 times