Sidang Promosi Doktor Muhammad Arif Sahlepi, SH., M.Hum

17 September 2019

Sidang Promosi Doktor Muhammad Arif Sahlepi, SH., M.Hum dengan judul disertasi “Pemberian Bantuan Hukum Cuma-Cuma Pada Perkara Pidana Dalam Peningkatan Akses Keadilan Bagi Masyarakat Kurang Mampu Di Sumatera Utara” yang dilaksanakan pada hari Sabtu/14 September 2019, di Aula Pascasarjana Kampus Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Hasil penelitian Muhammad Arif Sahlepi berhasil dipertahankan di hadapan tim penguji yang diketuai oleh Dr. Busyra Azheri, S.H., M.H., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas, Promotor Prof. Dr. Yuliandri, S.H., M.H., Ko-Promotor Prof. Dr. Zainul Daulay., S.H., M.H., dan Dr. Dahlil Mardjon, SH., M.H. Anggota Penguji terdiri dari Prof. Dr. Topo Santoso, S.H., M.H., selaku penguji eksternal, Dr. Yuslim, S.H., M.H., Dr. Kurnia Warman, S.H., M.H., Dr. Khairani, S.H., M.H dan Dr. Nani Mulyati, S.H., MCL.

Doktor Muhammad Arif Sahlepi, S.H., M.Hum., adalah doktor ke 57 yang dihasilkan oleh Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Dalam disertasinya Doktor Muhammad Arif Sahlepi menjelaskan bahwa ketentuan hukum mengenai bantuan hukum dapat memberikan jaminan atas persamaan di hadapan hukum dan akses keadilan bagi masyarakat miskin dan marginal. Disertasi Doktor Muhammad Arif menjelaskan tiga permasalahan, yaitu: 1) Pemberian bantuan hukum cuma-cuma terhadap peningkatan akses keadilan bagi masyarakat kurang mampu di Sumatera Utara, 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian bantuan hukum dalam meningkatkan akses keadilan bagi masyarakat kurang mampu di Sumatera Utara, 3) Konsep pemberian bantuan hukum yang ideal dalam meningkatkan dan mewujudkan bantuan hukum berkeadilan bagi masyarakat kurang mampu di Sumatera Utara.

Doktor Muhammad Arif Sahlepi mengemukakan bahwa pemberian bantuan cuma-cuma terhadap peningkatan akses keadilan bagi masyarakat kurang mampu di Sumatera Utara dilaksanakan oleh Organisasi Bantuan Hukum yang telah diverifikasi dan terakreditasi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENKUMHAM). Proses verifikasi dilakukan oleh Kantor Wilayah KEMENKUMHAM Provinsi Sumatera Utara. Pemberian bantuan hukum dilaksanakan oleh OBH yang telah terakreditasi terhadap masyarakat dengan beberapa ketentuan dan syarat, yaitu tergolong masyarakat kurang mampu (miskin). Pemberian bantuan hukum dalam meningkatkan akses keadilan dipengaruhi oleh substansi hukum, struktur hukum dan budaya hukum masyarkat. Dalam hal substansi hukum menurut Doktor Muhammad Arif Sahlepi, belum terdapat sinkonisasi aturan pelaksanaan bantuan hukum yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dengan UU No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Dari segi struktur hukum, ditemukan bahwa masih sangat rendahnya integritas dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan rendahnya kemauan advokat dalam memberikan bantuan hukum secara cuma-Cuma. Pemberian bantuan hukum juga dipengaruhi oleh budaya hukum, yakni berkaitan dengan kesadaran hukum masyarakat yang masih rendah untuk menggunakan jasa bantuan hukum secara cuma-cuma.

Menurut Muhammad Arif Sahlepi menyimpulkan dalam disertasinya bahwa konsepsi pemberian bantuan hukum yang ideal dalam meningkatkan dan mewujudkan bantuan hukum berkeadilan bagi masyarakat kurang mampu di Sumatera Utara, yaitu konsep bantuan hukum konstitusional dan kesejahteraan. Kedua konsep ini cukup ideal, karena susai dengan amanat konstitusi dan cita-cita bangsa Indonesia untuk menciptakan kesejahteraan umum yang berkeadilan sosial.

Doktor Muhammad Arif Sahlepi kemudian menyarankan untuk dilakukan pengawasan yang intensif dari pemerintah agar tidak terjadi penyalahgunaan dana bantuan hukum yang telah disediakan. Selajutnya, perlu adanya perluasan penerima bantuan hukum yang tidak hanya terbatas terhadap masyarakat miskin tetapi juga bagi kelompok marginal dan rentaan seperti perempuan, anak-anak dan penyandang cacat. Terkahir Doktor Muhammad Arif Sahlepi menyarankan agar di Indonesia dibentuk Komisi Bantuan Hukum untuk memastikan pelaksanaan bantuan hukum berjalan dengan baik dan lebih terkontrol.

Read 333 times