Monitoring Komisi Yudisial RI Dalam Program Klinik Etik Dan Hukum Bersama Lembaga Konsultasi Dan Bantuan Hukum FH Unand

28 Oktober 2019

Padang, Jumat 23 Agustus 2019. Komisi Yudisial melaksanakan Monitoring dalam Program Klinik Etik dan Hukum kerjasama dengan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH FHUA).

Para peserta Klinik Etik dan Hukum yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas melaksanakan monitoring dan evaluasi bersama Komisi Yudisial RI terkait dengan seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan di dalam program Klinik Etik dan Hukum Tahun 2019 ini. Sebelumnya, kegiatan ini diawali dengan pemberian materi yang disampaikan oleh Advokad senior Sumatera Barat sekaligus anggota dewan kehormatan DPC Peradi Sumbar yaitu Bapak Sudi Prayitno, S.H.,LL.M, dimana beliau memberikan materi-materi terkait Contempt Of Court.

Komisi Yudisial dalam hal monitoring dan evaluasi bersama para peserta Klinik Etik dan Hukum ini juga menjelaskan dan memaparkan tujuan serta visi misi dalam program ini, serta memberikan informasi dan penjelasan lebih lanjut terkait Contempt Of Court. Contempt Of Court itu sendiri dijelaskan sebagai sebuah penghinaan terhadap ranah lingkup peradilan. Dinyatakan bahwa setiap orang yang menjadi forum di dalam sidang peradilan haruslah menghormati dan menjaga marwah peradilan agar tidak tercemar dan tetap berjalan kondusif.

Monitoring ini membahas seluruh rangkaian program yang dilaksanakan mulai dari pembahasan dan evaluasi terkait pemberian materi oleh narasumber, program kerja yang telah diberikan dan dilaksanakan serta hal-hal lain yang terkait agenda Klinik Etik dan Hukum ini, tak luput Komisi Yudisial juga memonitoring dan mengevaluasi tentang progres dan kendala yang dialami oleh peserta dalam pelaksanaan setiap agenda yang ada. Didalam monitoring ini Komisi Yudisial juga mendiskusikan dan memaparkan terkait hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama persidangan oleh seluruh forum pengadilan. Komisi Yudisial juga mengevaluasi program yang diberikan kepada peserta Klinik Etik dan Hukum yang telah menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terkait penyuluhan Contempt Of Court kepada masyarakat ditempat peserta KKN.

Komisi Yudisial juga bertanya terkait pengalaman serta kesan pesan yang dirasakan oleh peserta Klinik Etik dan Hukum selama beberapa bulan menjalankan program ini, Salah seorang peserta yaitu haresna mengatakan bahwa “dengan adanya program ini memberikan banyak manfaat terhadap diri saya pribadi dan juga teman-teman yang bergabung dalam program ini, dimana saya mendapatkan begitu banyak ilmu yang bermanfaat dan juga ini pengalaman yang baru bagi saya, serta materi-materi yang disampaikan sangatlah menarik khususnya materi tentang Contempt Of Court”.

Dengan evaluasi dan monitoring yang cukup hangat dilaksanakan oleh Komisi Yudisial dan peserta Klinik Etik dan Hukum membuat seluruh peserta menjadi lebih paham dan bersemangat untuk melaksanakan program lanjutan lainnya dari Klinik Etik dan Hukum 2019 ini.

Read 89 times