Fakultas Hukum Universitas Andalas - Items filtered by date: Juli 2019
26 Juli 2019 In Berita & Peristiwa

Hari ini, Jumat 27/07/19 Dekan menerima laporan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Amperawarman, SE., MM yg jg Kepala Biro Perencanaan, Pengembangan & Kerjasama Universitas Andalas tentang Pemenang tender Jasa Konsultan Pekerjaan Master Plan Labor Hukum Fakultas Hukum Universitas Andalas di Ruang Sidang Fakultas Hukum Universitas Andalas.
Pada pertemuan tersebut PPK juga memperkenalkan Ir. Irwan Fernandes Pimpinan PT. Reka Cipta selaku pemenang tender. Pertemuan kali ini juga dihadiri oleh Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Anadalas Prof. Dr. Yuliandri, SH., MH, dimana rencana pembangunan ini sudah dirintis semenjak masa Kepemimpinan beliau semasa menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas pada Tahun 2010-2014. Dekan berharap kepada pihak konsultan DED tersebut dapat diselesaikan dalam jangka waktu 4 bulan dengan mengacu kepada Master Plan Fakultas Hukum Universitas Andalas.

15 Juli 2019 In Berita & Peristiwa

Sidang Promosi Doktor Neni Vena Madjid dengan judul disertasi "Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja dalam Perselisihan Pemutusan Hubunga Kerja di Indonesia" dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Juli 2019 di Aula Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Andalas Kampus Pancasila.

Hasil penelitian Neni Vena Madjid berhasil dipertahankan dengan baik di hadapan tim penguji yang diketuai oleh Dr. Busyra Azheri, S.H., M.H., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas, Promotor Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., M.PA., Ko-Promotor Dr. Kurnia Warman., S.H., M.Hum., Dr. Mardenis, SH., M.Si. Anggota Penguji Prof. Elwi Danil, S.H., M.H., Prof. Yuliandri, S.H., M.H., Dr. Yuslim, S.H., M.H., Dr. Khairani, S.H., M.H., Dr. Azmi Fendri., SH., M.Kn.

Doktor Neni Vena Madjid, S.H., M.H., adalah doktor ke 55 yang dihasilkan oleh Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Dalam disertasinya Doktor Neni mengungkapkan bahwa di Indonesia konsep Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari waktu ke waktu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan hukum ketenagakerjaan. Persoalan PHK perlu dikaji secara mendalam karena menyangkut hubungan antara pekerja dan pengusaha yang bersifat subordinatif. Oleh karena itu perlu adanya perlindungan hukum bagi pekerja yang diberikan oleh negara apabila pekerja tersebut diPHK secara sepihak, sehingga dapat memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi pekerja. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan Doktor Neni menjelaskan bahwa perlindungan hukum bagi pekerja masih sangat minum dan perlu aturan yang lebih jelas dari negara agar perlindungan hukum tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Di samping itu, dalam praktenya hakim-hakim yang memutus perkara perselisihan PHK pada Pengadilan Hubungan Industrial belum berpedoman pada putusan MK No. 37/PUU-IX/2011 tentang upah proses serta desain penyelesaian PHK dilakukan melalui mekanisme negosiasi dan dilanjutkan dengan arbitrase.

09 Juli 2019 In Berita & Peristiwa

8-9 Juli 2019, Fakultas Hukum Universitas Andalas bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Andalas mengadakan Kegiatan Pelatihan "Kiat Penulisan Artikel pada Jurnal  Internasional Terindeks Scopus".

Pada kegiatan Pelatihan Jurnal Internasional Terindeks Scopus yang dilaksanakan di Ruang Sidang Fakultas Hukum Universitas Andalas ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas Dr. Busyra Azheri, SH., MH, Ketua LP2M Universitas Andalas Dr. Ing. Uyung Gatot S. Dinata, MT, Dosen dan Mahasiswa Program Doktor Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Dengan dilaksanakan kegiatan ini, Ketua LP2M menginginkan agar Dosen dan Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Andalas dan Universitas Andalas pada umumnya bisa memasukkan artikel jurnalnya pada Jurnal Internasional terindeks Scopus, dan dengan diberikan bekal ilmu melalui pelatihan ini diharapkan artikel Dosen dan Mahasiswa bisa dipublikasikan oleh jurnal internasional yang terindeks Scopus. Semakin banyak artikel dari Unand yang dipublikasikan pada jurnal yang terindeks Scopus akan dapat meningkatkan rating Unand nantinya.