Dies Natalis ke-75, FH UNAND Luncurkan 56 Buku Karya Dosen
PADANG — Fakultas Hukum Universitas Andalas (FH UNAND) meluncurkan 56 buku karya dosen dalam rangka memperingati Lustrum XV dan Dies Natalis ke-75 FH UNAND. Peluncuran buku tersebut dirangkaikan dengan kegiatan bedah buku yang menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi hukum dari berbagai bidang.
Kegiatan digelar di Gedung Serba Guna (GSG) FH UNAND, Jumat (25/9/2026), dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan 75 tahun perjalanan FH UNAND sejak berdiri pada 1951.
Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., mengatakan penerbitan 56 buku tersebut tidak hanya menunjukkan capaian dari sisi kuantitas, tetapi juga mencerminkan penguatan ekosistem ilmu pengetahuan dan budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi.
Menurut Efa, buku memiliki posisi penting dalam kehidupan akademik karena menjadi medium untuk mendokumentasikan, mengembangkan, sekaligus mewariskan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
"Bagi sebuah perguruan tinggi, buku bukan hanya luaran dari aktivitas seorang dosen, tetapi sarana untuk mendokumentasikan, mengembangkan, dan mewariskan ilmu pengetahuan," ujar Efa dalam sambutannya.
Ia mengatakan perkembangan ketatanegaraan, teknologi, serta dinamika sosial yang berlangsung cepat menuntut perguruan tinggi untuk tidak berhenti pada upaya menjelaskan hukum yang berlaku.
Perguruan tinggi, lanjutnya, juga memiliki tanggung jawab akademik untuk memberikan kritik, menguji berbagai persoalan hukum, serta menawarkan gagasan pembaruan hukum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan Indonesia.
Karena itu, Efa berharap 56 buku karya dosen FH UNAND tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi akademik bagi para penulis, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara luas sebagai referensi bagi mahasiswa, akademisi, praktisi hukum, maupun pembuat kebijakan.
Saldi Isra Apresiasi Produktivitas Dosen
Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia sekaligus Guru Besar Hukum Tata Negara FH UNAND, Prof. Dr. Saldi Isra, turut memberikan apresiasi terhadap para dosen yang menghasilkan 56 buku dan meluncurkannya dalam satu momentum.
Menurut Saldi, menghasilkan puluhan buku dalam satu rangkaian peluncuran bukanlah proses yang berlangsung secara instan. Karya-karya tersebut merupakan hasil dari proses akademik yang telah dibangun dan dikembangkan oleh para dosen dalam waktu yang panjang.
"Saya mengucapkan selamat kepada penulis yang telah menulis 56 buku. Tidak mudah mengajak orang untuk menulis dalam jumlah yang banyak pada waktu yang sama," ujar Saldi.
Ia menilai produktivitas tersebut menunjukkan bahwa tradisi akademik di FH UNAND terus berkembang. Karya-karya yang diterbitkan juga menjadi bagian dari kontribusi sivitas akademika Universitas Andalas terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang hukum.
Peluncuran buku tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi bedah buku. Sejumlah akademisi dan praktisi hukum diundang untuk membahas karya-karya dosen FH UNAND dari berbagai bidang keilmuan.
Dibahas Akademisi dan Praktisi dari Berbagai Bidang
Untuk bidang Hukum Tata Negara, kegiatan bedah buku menghadirkan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Dr. Rahmat Bagja, S.H., LL.M.
Sementara itu, buku-buku dari bidang Hukum Perdata dibahas oleh Prof. Dr. Hj. Efa Laela Fakhriah, S.H., M.H., yang merupakan Ketua Asosiasi Hukum Acara Perdata.
Dari bidang Hukum Pidana, sesi bedah buku menghadirkan Prof. Dr. Eva Achjani Zulfa, S.H., M.H., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Adapun buku-buku yang berkaitan dengan Hukum Administrasi Negara dan Hukum Internasional dibahas oleh Wakil Rektor III Universitas Andalas, Prof. Dr. Kurnia Warman, S.H., M.Hum.
Kehadiran para akademisi dan praktisi dari berbagai bidang tersebut memberikan perspektif yang lebih beragam terhadap karya-karya yang diterbitkan. Diskusi tidak hanya menempatkan buku sebagai produk akademik, tetapi juga sebagai bahan untuk melihat perkembangan dan persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.
Menandai 75 Tahun Perjalanan FH UNAND
Peluncuran 56 buku menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati 75 tahun FH UNAND. Fakultas Hukum Universitas Andalas berdiri sejak 1951 dan telah melewati berbagai fase perkembangan pendidikan tinggi serta dinamika hukum di Indonesia.
Memasuki usia 75 tahun, FH UNAND menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk melihat kembali perjalanan institusi sekaligus memperkuat kontribusi akademiknya terhadap pembangunan hukum.
Produktivitas dosen melalui penerbitan buku menjadi salah satu bentuk kontribusi tersebut. Melalui karya ilmiah, gagasan dan hasil kajian para akademisi dapat terdokumentasi serta diakses oleh masyarakat akademik dan publik yang membutuhkan referensi di bidang hukum.
Di tengah perubahan ketatanegaraan, perkembangan teknologi, serta kompleksitas persoalan sosial dan hukum, keberadaan karya akademik juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan diskursus hukum di Indonesia.
Rangkaian peluncuran dan bedah 56 buku tersebut sekaligus menegaskan komitmen FH UNAND untuk terus mengembangkan tradisi akademik, memperkuat budaya menulis dan riset, serta memperluas kontribusi sivitas akademika dalam pengembangan ilmu hukum.
Memasuki usia 75 tahun, FH UNAND tidak hanya merefleksikan perjalanan sejarahnya, tetapi juga meneguhkan peran perguruan tinggi sebagai ruang untuk menghasilkan pengetahuan, menguji gagasan, dan menawarkan pemikiran bagi perkembangan hukum di Indonesia.
Komentar