Info Kontak FH Unand

Ikuti FH Unand

PPK Ormawa KOMBAD Justitia Dorong Rehabilitasi Pesisir Nagari Ketaping Melalui Aksi Kolaboratif Berbasis Blue Economy
PPK Ormawa KOMBAD Justitia Fakultas Hukum Universitas Andalas menggelar Aksi Akar Pesisir di Nagari Ketaping, Padang Pariaman, melalui aksi bersih pantai, edukasi lingkungan, dan penanaman 425 bibit pohon sebagai upaya rehabilitasi pesisir berbasis Blue E

PPK Ormawa KOMBAD Justitia Dorong Rehabilitasi Pesisir Nagari Ketaping Melalui Aksi Kolaboratif Berbasis Blue Economy

Padang Pariaman -- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) KOMBAD Justitia Fakultas Hukum Universitas Andalas melaksanakan kegiatan Aksi Akar Pesisir di kawasan Pantai Ketaping, Nagari Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada 18 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program PIONIR TAMBAK (Pelopor Inovasi dan Rehabilitasi Tambak), sebuah inisiatif pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis Blue Economy yang mengintegrasikan rehabilitasi lingkungan, pengelolaan limbah tambak, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Nagari Ketaping dikenal memiliki potensi besar pada sektor perikanan, budidaya tambak udang, dan wisata pesisir. Namun demikian, kawasan ini juga menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari penumpukan sampah, berkurangnya tutupan vegetasi pantai, hingga ancaman abrasi yang berpotensi mengganggu keberlanjutan ekosistem dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Penanaman vegetasi pesisir
Penanaman vegetasi pesisir

Berangkat dari kondisi tersebut, Tim PPK Ormawa KOMBAD Justitia menghadirkan Aksi Akar Pesisir sebagai gerakan kolaboratif yang memadukan edukasi, aksi nyata di lapangan, serta pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir.

Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih pantai yang melibatkan mahasiswa, relawan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Babinsa Nagari Ketaping, pemuda, serta masyarakat setempat. Para peserta bergotong royong membersihkan sampah plastik dan limbah domestik yang mencemari kawasan pesisir.

Selain menciptakan lingkungan pantai yang lebih bersih, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengurangan sampah sejak dari sumbernya serta penerapan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Usai kegiatan bersih pantai, peserta mengikuti sosialisasi pengelolaan lingkungan hidup yang disampaikan oleh Afni Susanti, Sp., M.Si., Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam pemaparannya, Afni Susanti menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah memerlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Edukasi yang dilakukan secara berkesinambungan dinilai menjadi kunci dalam membangun perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.

Kegiatan sosialisasi juga diisi dengan sesi diskusi bersama warga. Masyarakat secara aktif menyampaikan pandangan, pengalaman, serta aspirasi terkait persoalan sampah yang dihadapi di wilayah pesisir, sehingga dapat menjadi dasar penyusunan langkah penanganan bersama dengan pemerintah daerah.

Sebagai bentuk rehabilitasi lingkungan, Tim PPK Ormawa KOMBAD Justitia turut melaksanakan penanaman vegetasi pesisir yang terdiri atas:

  • 200 bibit pohon pinago;
  • 220 bibit pohon kaliandra hasil kerja sama dengan program CSR PT Semen Padang;
  • 5 bibit pohon ketapiang.

Penanaman vegetasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan tutupan hijau kawasan pesisir, membantu menahan laju abrasi, memperbaiki kualitas lingkungan, serta memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang bagi masyarakat dan ekosistem pesisir.

Tim ppk ormawa kombad justitia turut melaksanakan penanaman vegetasi pesisir
Tim PPK Ormawa KOMBAD Justitia turut melaksanakan penanaman vegetasi pesisir

Melalui kegiatan ini, PPK Ormawa KOMBAD Justitia menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor dan diwujudkan dalam aksi nyata. Semangat gotong royong yang terbangun selama kegiatan menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong Nagari Ketaping berkembang sebagai kawasan pesisir yang bersih, hijau, tangguh, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya pesisir yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Komentar

Subscribe to Our Newsletter

Get the Latest Fakultas Hukum Universitas Andalas News Delivered to You Inbox